Maut Bernyanyi di Pajajaran

Share

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading ... Loading ...
Cuplikan cerita: “Angin Topan Dari Barat! Murid-muridmu menemui kematian dengan cara yang
tentu kau tidak senangi! Dan mereka mati tanpa ada sangkut-paut kesalahan apa-apa
terhadapku! Kau yang tanggung-jawab semuanya kalau malaekat maut tertanya di liang
kubur!”
“Pemuda iblis!” bentak Bladra Wikuyana. “Tak usah banyak bacot! Terimalah
kematianmu dalam tiga jurus!”. Tampang manusia ini kelihatan membesi dan tambah
angker. Dia melangkah ringan ke hadapan Wiro Sableng dan cabut tongkat birunya!
Tiba-tiba tubuhnya berkelebat dan selarik sinar biru melanda Pendekar 212. Pemuda ini
egoskan diri ke samping dengan cepat. Tapi dari samping menderu tangan kanan Bladra
Wikuyana yang disambung
-
dengan kayu dan ujungnya mempunyai senjata berbentuk
Arit!
“Heyyaaa!”.

Title: Maut Bernyany di Pajajaran
Authors: Bastian Tito
Languages: Indonesian
Formats: PDF
Size: 0.19MB
Path: Click to open

Empat Brewok Dari Goa Sanggreng (Wiro Sableng)

Share

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Cuplikan cerita: Sebenarnya kedua orang itu sama sekali bukan tengah bertempur karena pemuda tujuh
belas tahun tersebut adalah murid Eyang Sinto Gendeng sendiri! Bagaimana sikap tingkah
laku gurunya, demikian pula sikap sang murid. Tertawa-tawa dan menjerit-jerit serta
cengarcengir!
Meski keduanya tengah melatih ilmu kepandaian, namun setiap jurus-jurus serta
serangan-serangan yang mereka lancarkan adalah benar-benar serangan yang berbahaya
sehingga bila tidak hati-hati dapat mencelakai diri! Debu dan pasir beterbangan. Daundaun
pohon berguguran, semak belukar tersapu kian kemari oleh angin pukulan dan gerakan
tubuh
kedua orang itu yang laksana bayang-bayang!
Di tangan kanan Sinto Gendeng ada sebatnag ranting kering sedang muridnya
memegang sebilah keris bereluk tujuh.
”Ayo Wiro! Serang aku dengan jurus – orang gila mengebut lalat – ! Serang cepat,
kalau tidak aku kentuti kau punya muka!”
Wiro Saksana sang murid tertawa membahak dan menggaruk-garuk kepalanya
sehingga rambutnya yang gondrong semakin awut-awutan.

Title: Empat Brewok dari Goa Sanggreng
Authors: Bastian Tito
Languages: Indonesian
Formats: PDF
Size: 0.17MB
Path: Click to open